BERITAMUSI.COM –┬áTAIPEI. Dua jet tempur Taiwan jatuh pada Senin (22/3) dalam insiden ketiga dalam setengah tahun terakhir, di tengah tekanan yang meningkat untuk mencegat pesawat militer China hampir setiap hari.

Pusat Komando Penyelamatan Nasional Taiwan mengatakan, dua jet tempur F-5E Angkatan Udara, masing-masing dengan satu pilot di dalamnya, jatuh ke laut di lepas pantai Tenggara pulau itu, setelah tampaknya bertabrakan di udara selama misi pelatihan.

Helikopter Angkatan Udara dan Penjaga Pantai Taiwan, serta kapal penyelamat lainnya dikerahkan untuk mencari kedua pilot jet tempur, menurut Pusat Komando Penyelamatan Nasional Taiwan, seperti dikutip Reuters.

Central News Agency melaporkan, Angkatan Udara Taiwan langsung melarang jet tempur F-5 mereka beroperasi dari Pangkalan Udara Chihhang, tempat basis pesawat itu.

Baca Juga: China semakin menekan, Taiwan bangun armada kapal selam serang dengan dukungan AS

Salah satu pilot ditemukan tidak sadarkan diri di laut tetapi akhirnya meninggal di rumah sakit. Tim penyelamat masih mencari satu pilot lainnya. Hanya, polisi memastikan, mereka menemukan kursi dengan parasut terpasang di jalan raya setempat.

Menghilang dari radar

Kedua jet tempur F-5E menghilang dari radar sekitar pukul 3 sore waktu setempat, sekitar 2,6 km di lepas pantai daerah pedesaan Pingtung, Pusat Komando Penyelamatan Nasional Taiwan mengungkapkan.

Mereka termasuk di antara empat jet tempur F-5E yang lepas landas sekitar 30 menit sebelumnya untuk misi pelatihan rutin.

Jet tempur F-5 buatan AS pertama kali bergabung dengan Angkatan Udara Taiwan pada akhir 1970-an. Sebagian besar telah pensiun dari aktivitas garis depan, meskipun beberapa masih digunakan untuk pelatihan dan sebagai cadangan untuk armada utama.

Baca Juga: China mengerahkan taktik perang zona abu-abu untuk menaklukkan Taiwan



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *