ILUSTRASI. Teknisi melakukan perawatan Base Transceiver Station (BTS) di gedung Indosat, Jakarta, Rabu (18/07). BERITAMUSI/Fransiskus Simbolon/18/08/2010

Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Tendi Mahadi

BERITAMUSI.COM – JAKARTA. Pasar dinilai menantikan realisasi konsolidasi PT Indosat Tbk (ISAT) dengan Hutchison 3 Indonesia (Tri) sebagai katalis di pasar saham. 

Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada, soal rencana konsolidasi dua operator telekomunikasi tersebut memang masih menjadi pertanyaan besar. 

“Idenya bagus, jika kita ingin membuat persaingan di suatu industri. Pemainnya harus lebih ramping,” ujar Reza dalam keterangannya, Rabu (24/3).

Baca Juga: Menko Airlangga: Jaringan 5G bakal segera tersedia di Indonesia

Bagi ISAT, kata Reza, dengan adanya penggabungan ini, maka hal itu bisa meningkatkan positioning di industri telekomunikasi. 

Menurut Reza, salah satu yang ditunggu yaitu soal mekanisme kolaborasinya, karena akan berpengaruh untuk ke depannya. “Soal mekanisme, apakah itu joint venture, akuisisi, atau merger. Itu kan secara teoritis yang masih ditunggu pelaku pasar,” ujarnya.

“Kalau enggak jadi, next-nya apa? Jangan cuma di awal ramai mau konsolidasi, sampai ada opsi cackdoor listing, tapi sekarang belakangan sunyi karena nanti akan berpengaruh pada volatilitas pergerakan sahamnya,” lanjut dia.

Baca Juga: Aksi jual beli menara telekomunikasi makin marak, simak prospek saham telekomunikasi

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di BERITAMUSI Store.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *