ILUSTRASI. Pfizer-BioNTech. REUTERS/Florion Goga

Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Handoyo .

BERITAMUSI.COM – HONG KONG. Setelah beberapa negara melarang penggunaan vaksin AztraZeneca, kini giliran vaksin buatan BionTech SE yang turut ditangguhkan. Hal tersebut terjadi di Hong Kong dan Makau setelah mendapati adanya cacat pada kemasan vaksin tersebut.

Pejabat Hong Kong mengatakan bahwa terdapat tutup botol vaksin yang miring atau longgar serta terdapat beberapa noda kecil yang ditemukan. Hal ini memberikan pukulan berat terhadap program inokulasi yang menjadi salah satu cara untuk mengurangi penularan virus covid-19.

Menanggapi hal tersebut, BioNTech dan Shanghai Fosun Pharmaceutical Group Co. sebagai pemegang hak pemasaran vaksin tersebut langsung memberikan penyelidikan atas kasus temuan tersebut. Mereka akan menyelidiki fasilitas produksi dari vaksin tersebut sedangkan pemerintah akan menyelidiki proses logistiknya.

“Tidak ada alasan untuk percaya bahwa ada risiko keamanan bagi populasi,” ujar perwakilan dari kedua perusahaan tersebut seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (25/3).

Baca Juga: Turun lagi, vaksin AstraZeneca 76% efektif dalam analisis baru uji coba di AS

Saat ini, pemerintah telah menghentikan penyebaran vaksin yang telah disuntikkan ke sekitar 150.000 orang tersebut. Hingga awal Maret, pasokan vaksin BioNTech yang dimiliki oleh Hong Kong mencapai 1,3 juta dosis. Beberapa kemasan vaksin yang ditemukan cacat dilaporkan telah dibuang dan tidak ada satupun yang disuntikkan ke penerima vaksin.

“Orang yang mendapatkan vaksin BioNTech bisa lebih tenang,” ujar Direktur Kesehatan Hong Kong Constance Chan.

Kejadian tersebut dinilai dapat mempengaruhi kepercayaan publik Hong Kong setelah berharap dengan adanya vaksin BioNTech tersebut. Perlu diketahui, masyarakat Hong Kong lebih memilih menggunakan vaksin BioNTech dibandingkan vaksin Sinovac buatan China.

Dengan adanya penemuan tersebut, pemerintah Hong Kong akan memperketat pengawasan produksi vaksin dan proses distribusinya. Hal tersebut menjadi upaya agar proses vaksinasi bisa memutus rantai penularan covid-19. Kasus yang terjadi pada vaksin BioNTech ini merupakan yang pertama kalinya. Di beberapa negara lain yang menggunakan vaksin tersebut belum ditemukan masalah serupa.

 






Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *