BERITAMUSI.COM. Hipertensi disebut sebagai silent killer, pencabut nyawa diam-diam. Maklum, kebanyakan orang dengan hipertensi tak menyadari masalah ini karena mungkin tidak ada tanda atau gejala peringatan.

Oleh sebab itu, menurut Fact Sheet tentang Hipertensi versi WHO, tekanan darah harus diukur secara teratur untuk mengetahui kepastiannya.

Namun demikian, gejala yang muncul dapat berupa sakit kepala di pagi hari, mimisan, irama jantung tidak teratur, perubahan penglihatan, dan telinga berdengung. Bahkan, hipertensi yang berat dapat menyebabkan kelelahan, mual, muntah, kebingungan, kecemasan, nyeri dada, dan tremor otot.

Baca Juga: Ahli jelaskan cara menurunkan berat badan dengan mudah dalam 30 detik, penasaran?

Satu-satunya cara untuk mendeteksi hipertensi, masih menurut WHO, adalah meminta bantuan ahli kesehatan untuk mengukur tekanan darah.

Pengukuran tekanan darah dilakukan dengan cepat dan tidak menimbulkan rasa sakit. Setiap orang juga bisa mengukur tekanan darahnya sendiri menggunakan perangkat otomatis, namun evaluasi oleh profesional kesehatan penting untuk menilai risiko dan kondisi terkait.

Apakah hipertensi itu?

Tekanan darah adalah kekuatan yang bekerja dengan mengalirkan darah ke dinding arteri tubuh, pembuluh darah utama dalam tubuh. Hipertensi terjadi ketika tekanan darah terlalu tinggi.

Tekanan darah ditulis sebagai dua angka. Angka pertama (sistolik) mewakili tekanan di pembuluh darah saat jantung berkontraksi atau berdetak. Angka kedua (diastolik) mewakili tekanan di pembuluh saat jantung beristirahat di antara detak jantung.

Nah, menurut WHO, hipertensi didiagnosis jika ketika diukur pada dua hari yang berbeda, pembacaan tekanan darah sistolik pada kedua hari tersebut adalah ≥140 mmHg dan / atau pembacaan tekanan darah diastolik pada kedua hari tersebut adalah ≥90 mmHg.

Ini berbeda dengan anggapan umum yang menyebut bahwa ambang batas tekanan darah disebut hipertensi kalau melebihi angka sistolik/diastolik: 120 mmHG – 80 mmHg.

Baca Juga: Manfaat infused water jeruk nipis: meredakan asam urat sampai menurunkan kolesterol

Apa saja faktor risiko hipertensi?

 



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *