ILUSTRASI. Pemimpin Junta Militer Myanmar Min Aung Hlaing

Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

BERITAMUSI.COM – NAYPIDAW. Di tengah parade Hari Tentara yang digelar hari ini, Pemimpin Junta Militer Min Aung Hlaing kembali menegaskan janjinya untuk mengadakan pemilihan umum ulang. 

Hal tersebut dilakukan usai kudeta yang dilakukan militer pada bulan lalu. Ming Aung Hlaing juga menyebut bahwa tindak kekerasan yang dilakukan tentara beberapa waktu belakangan tidak pantas. Namun dia menegaskan hal tersebut dilakukan untuk menekan unjuk rasa. 

Lebih lanjut, Ming Aung Hlaing juga menegaskan, tindakan kudeta yang dilakukan pada 1 Februari lalu terjadi karena Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) telah melanggar hukum.

Hal tersebut juga membuat pimpinan NLD yang juga menang pemilu tahun lalu,  Aung San Suu Kyi ditahan. 

Baca Juga: Di tengah protes berdarah anti-kudeta, Rusia perkuat hubungan militer dengan Myanmar

Ming Aung Hlaing juga menyebut, beberapa pimpinan partai tersebut sudah dinyatakan bersalah karena melakukan korupsi dan tindakan hukum lainnya.

Dalam acara parade ini, pemimpin junta militer tersebut juga menyambut dengan hangat kehadiran pasukan Rusia. Bahkan, Ming Aung Hlaing tak segan-segan menyebut Rusia sebagai “teman sejati”.

 

 






Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *