ILUSTRASI. Roti tawar dengan merek dagang Sari Roti produksi dari PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) dipajang di etalase sebuah toko serba ada di Bekasi, Jawa Barat. BERITAMUSI/Cheppy A. Muchlis/25/11/2020

Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Noverius Laoli

BERITAMUSI.COM –  JAKARTA. PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI), mencatatkan penurunan laba bersih sepanjang 2020.  Sepanjang tahun lalu, Sari Roti meraih penjualan sebesar Rp 3,21 triliun. Nilai tersebut turun 3,6% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 3,33 triliun.

Penjualan perusahaan ini didukung dari penjualan kanal tradisional yang meningkat 20% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp 947 miliar. Penjualan pada kanal modern tetap menjadi kontributor terbesar ROTI dengan mencatatkan Rp 2,2 triliun di tahun 2020.

Beriringan dengan penurunan pendapatan, laba bersih ROTI juga mencatatkan penurunan 28,55% menjadi Rp 215,05 miliar. Kendati begitu, perusahaan berhasil menjaga net profit margin pada level 6,7%.

Analis Philip Sekuritas, Dustin Dana Pramitha menyebutkan jika dilihat di tahun lalu memang hampir seluruh emiten tertekan akibat adanya pembatasan kegiatan yang disebabkan pandemi Covid-19. Karenanya, tidak bisa dihindarkan jika penjualan perusahaan mengalami penurunan apalagi yang berkaitan dengan barang konsumsi.

Baca Juga: Nippon Indosari (ROTI) catatkan penurunan laba bersih 28,55%, ini rekomendasi analis

“Namun dengan adanya vaksin yang saat ini sedang berlangsung diharapkan dapat secepatnya memulihkan tingkat konsumsi masyarakat ditambah dengan kesiapan pemerintah untuk menyalurkan bantuan sosial yang dianggarkan dalam Pemulihan Ekonomi Nasional dengan anggaran mencapai Rp 699.43 triliun,” jelasnya kepada BERITAMUSI.COM, Selasa (30/3).

Untuk tahun ini, Dustin menilai sentimen yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan adalah dibukanya kegiatan sosial masyarakat. Sebab dengan begitu roda perekonomian akan kembali berjalan, serapan tenaga kerja akan kembali tumbuh baik, dan nantinya dapat mempengaruhi tingkat konsumsi masyarakat.

“Dengan pangsa pasar dalam negeri yang berkontribusi sekitar 90% kami yakin jika pembatasan sosial dicabut ataupun pandemi Covid-19 dapat lebih dikendalikan maka penjualan emiten dapat kembali tumbuh positif,” paparnya.

Lanjutnya, pada tahun-tahun sebelumnya seperti 2019 dan 2018 emiten mampu mencatatkan kenaikan penjualan sebesar 20,6% dan  11,1%. Artinya, kinerja penjualan ROTI terus mencatatkan pertumbuhan yang positif sebelum adanya Covid-19.

Baca Juga: Nippon Indosari (ROTI) bukukan laba bersih Rp 215,1 miliar sepanjang 2020

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di BERITAMUSI Store.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *