Reporter: Muhammad Julian | Editor: Anna Suci Perwitasari

BERITAMUSI.COM –  JAKARTA. PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP) telah menyiapkan anggaran untuk belanja modal atau capital expenditure (capex) di tahun 2021 sebesar US$ 2,2 juta. 

Sekretaris Perusahaan MBAP Chandra Lautan mengatakan, anggaran capex tersebut akan difokuskan untuk keperluan perawatan aset atau maintenance guna mendukung kegiatan operasional. 

Secara terperinci, alokasi penggunaannya terbagi untuk perawatan bangunan dan infrastruktur sekitar 34%, perawatan mesin dan alat berat sebanyak 31%, perawatan peralatan tambang, kantor, kendaraan operasional, dan lain-lain sebesar 35%.

“Sumber pendanaan capex berasal dari kas MBAP sendiri,” kata dia kepada BERITAMUSI.COM, Selasa (30/3).

Perusahaan tambang batubara itu optimistis, prospek bisnis pertambangan batubara pada tahun ini lebih baik dibandingkan tahun 2020 lalu. Hal tersebut didorong oleh vaksininasi Covid-19 secara massal. Di tambah, tren harga batubara yang pulih ikut kerek keyakinan MBAP. 

Seperti diketahui, harga batubara menunjukkan penguatan belakangan ini. Mengutip publikasi Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM, harga batubara acuan (HBA) naik dari semula US$ 51 per ton pada Oktober 2020 menjadi US$ 97,79 per ton di Februari 2021.

Baca Juga: Pendapatan dan laba bersih Mitrabara Adiperdana (MBAP) kompak turun di tahun 2020

 

 

Walau di bulan Maret 2021, HBA turun tipis US$ 3,3 per ton menjadi US$ 84,49 per ton. Namun, angka tersebut masih lebih besar dibanding posisi HBA di bulan Desember 2020 yang sebesar US$ 59,65 per ton dan HBA Januari 2021 yang sebesar US$ 75,84 per ton.

Catatan saja, selain faktor demand and supply, perhitungan nilai HBA juga diperoleh dari rata-rata empat indeks harga batubara dunia, yaitu Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platt’s 5900 pada bulan sebelumnya.

Hingga tutup tahun nanti, MBAP menargetkan produksi batubara sekitar 3,5 juta ton. Sementara itu, target kinerja top line dan bottom line akan disesuaikan dengan kondisi pasar, mengingat  bahwa batubara merupakan barang komoditas yang nilainya bergerak mengikuti harga pasar.

“Namun demikian, MBAP menargetkan agar rencana tahun 2021 adalah lebih baik dibandingkan tahun 2020. Strategi perusahaan untuk mengejar target ini adalah dengan berupaya mengambil peluang di tengah perkembangan harga batubara yang sedang membaik serta tetap menjaga tingkat biaya operasional, dengan melakukan program cost reduction secara intensif, baik secara internal maupun eksternal,” papar Chandra.

Sepanjang tahun 2020 lalu, MBAP mencatatkan pendapatan sebesar US$ 201,20 juta, turun 22,86% secara tahunan atawa year-on-year (yoy) dibandingkan tahun 2019 yang mencapai US$ 260,84 juta.

Dari pendapatan tersebut, MBAP membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih sebesar US$ 27,46 juta. Angka tersebut turun 22,16% dibanding periode yang sama tahun 2019 yang mencapai US$ 35,28 juta.

 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di BERITAMUSI Store.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *