ILUSTRASI. Peserta mengurus pembayaran klaim di kantor BPJS Ketenagakerjaan, Tangerang, Selasa (29/5). BP Jamsostek catat penundaan iuran jaminan pensiun mencapai Rp 89,01 miliar.

Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Noverius Laoli

BERITAMUSI.COM –  JAKARTA. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) menyatakan penundaan iuran jaminan pensiun (JP) mencapai Rp 89,01 miliar.

Sebelumnya, penundaan tersebut merupakan relaksasi yang diberikan pemerintah di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Penundaan tersebut berlangsung hingga Januari 2021 lalu.

“Sebanyak 625 perusahaan atau pemberi kerja yang ikut program relaksasi iuran JP dengan total iuran tertunda sebesar Rp 89,01 miliar,” ujar Deputi Direktur Bidang Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga BP Jamsostek, Irvansyah Utoh Banja, saat dihubungi BERITAMUSI.COM, Rabu (31/3).

Saat ini perusahaan dapat melakukan pembayaran penundaan iuran JP tersebut. Paling lambat pembayaran dilakukan pada 15 Mei 2021 mendatang.

Baca Juga: Jokowi terbitkan Inpres optimalisasi BP Jamsostek, berikut rinciannya

Meski begitu, pelaku usaha dapat melakukan pembayaran secara bertahap. Pembayaran tersebut dilakukan dalam jangka waktu satu tahun.

“Pembayaran atas iuran yang tertunda dapat dibayarkan sekaligus atau bertahap dimulai paling lambat tanggal 15 Mei 2021 dan diselesaikan paling lambat tanggal 15 April 2022,” terang Utoh.

Bila tak melakukan pembayaran, maka pelaku usaha akan dikenai denda sesuai dengan aturan yang berlaku. Denda yang dikenakan untuk keterlambatan sebesar 2%.

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di BERITAMUSI Store.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *