ILUSTRASI. FILE PHOTO: A trader at the New York Stock Exchange works as markets continue to react to the coronavirus disease (COVID-19) inside of the NYSE in New York, U.S., March 18, 2020. REUTERS/Lucas Jackson/File Photo

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Noverius Laoli

BERITAMUSI.COM –  JAKARTA. Total kerugian bank-bank global akibat kejatuhan Archegos Capital jauh lebih besar dari perkiraan sebelumnya. Menurut hitungan JPMorgan, kerugian yang harus ditanggung bank-bank yang terkait dengan perusahaan investasi Amerika Serikat (AS) tersebut ada dikisaran US$ 5 miliar- US$ 10 miliar atau setara Rp 72,5 triliun – Rp 145 triliun. 

Sebelumnya, JPMorgan memperkirakan potensi kerugian bank-bank global tersebut ada di kisaran US$ 2 miliar hingga US$ 5 miliar.

Ambruknya Archegos Capital ini terjadi setelah perusahaan tidak bisa memenuhi kewajibanya menyelesaikan transaksi margin. Perusahaan aset management itu disebutkan memegang posisi sebesar US$ 50 miliar padahal hanya memiliki aset sebesar US$ 10 miliar. Sisa US$ 40 miliar biasanya didapatkan melalui pinjaman.

Sejumlah analis yang dipimpin oleh Kian Abouhossein dalam risetnya menyebutkan, kerugian dari pembatalan perdagangan terkait Archegos akan menjadi sangat material dalam kaitannya dengan eksposur pinjaman untuk bisnis  pasar ke pasar dan memiliki jaminan likuid.

Baca Juga: Sebesar Ini Prediksi Kerugian yang Ditanggung Perbankan Akibat Transaksi Archegos

Mereka mengatakan ada indikasi potensi kerugian Nomura Holdings Inc mencapai US$ 2 miliar. Sementara spekulasi media yang memperkirakan kerugian Credit Suisse AG sekitar US$ 3 miliar hingga US$ 4 miliar bukan hal yang tidak mungkin menurut mereka. 

Analis dan investor mencoba mencari tahu kerugian akhir bank yang terkena ledakan Archegos. “Kami masih bingung mengapa Credit Suisse dan Nomura tidak dapat melepas semua posisi mereka pada saat ini,” tulis para analis seperti dikutip Bloomberg, Rabu (31/3). 

Analis berharap sejumlah bank bisa mengungkapkan secara detail kerugian masing-masing pada akhir pekan ini. Analis juga menyarankan investor untuk mengawasi pernyataan lembaga kredit karena perkiraan mereka manajemen risiko yang buruk juga bisa jadi isu. 

Sementara para eksekutif Credit Suisse memperkirakan kerugian yang ditanggung terkait Archego mencapai miliaran dollar, menurut sumber Bloomberg.  Ledakan pasar saham bulan Maret dapat menghapus keuntungan lebih dari satu tahun bagi bank dan mengancam rencana pembelian kembali sahamnya, serta menambah pukulan reputasi dari kesalahan langkah lainnya.

Baca Juga: Wall Street melemah, investor merotasi portofolio jelang akhir kuartal






Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *