ILUSTRASI. Obligasi. 

Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Herlina Kartika Dewi

BERITAMUSI.COM – JAKARTA. Kepemilikan serta porsi Bank Indonesia (BI) di Surat Berharga Negara (SBN) terus menebal. Analis memproyeksikan aksi beli BI di SBN tidak menimbulkan dampak negatif bagi pasar obligasi, melainkan memberi dampak positif. 

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (DJPPR), per Selasa (30/3), kepemilikan BI secara gross di SBN mencapai Rp 959,48 triliun. Jumlah tersebut bertambah Rp 85 triliun sejak akhir Desember 2020 yang sebesar Rp 874,88 triliun. 

Dilihat porsinya, kepemilikan BI di SBN juga meningkat dari 22,60% di akhir tahun lalu menjadi 23,09% per Selasa (30/3). 

Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Ramdhan Ario Maruto mengatakan masuknya BI di pasar SBN bisa menjadi penyeimbang kestabilan pasar di tengah tekanan eksternal. 

Jumlah kepemilikan BI di SBN semakin meningkat karena pemerintah mengubah aturan dari BI yang tadinya tidak bisa masuk di pasar primer, jadi dibolehkan setelah pandemi menyerang. 

Baca Juga: Pemerintah masih kesulitan lelang SUN

Pada dasarnya, Ramdhan menilai posisi BI di SBN sebagai penyeimbang. “Utang yang diterbitkan pemerintah bisa terserap dan kebutuhan pemerintah jadi tercukupi, bagaimanapun dana di BI merupakan dana masyarakat juga,” kata Ramdhan, Rabu (31/3). 

Jika ke depan kepemilikan BI di SBN terus menebal, Ramdhan menilai hal tersebut tidak masalah. Asalkan, penggunaan dan pengelolaan utang bisa berjalan dengan baik. 

Selain itu, peran BI dalam menjaga pasar SBN tidak runtuh di tengah tekanan global juga sangat diperlukan. 

Belakangan, pasar obligasi terkoreksi hebat dan yield terus menanjak. Penyebabnya datang dari yield US Treasury yang juga terus naik. 

Investor asing jadi beralih ke pasar AS. Kondisi ini menghambat investor asing untuk masuk ke pasar SBN. Di sinilah peran BI dibutuhkan. 

Namun, meski BI terus masuk di pasar SBN, Ramdhan mengatakan yield Surat Utang Negara (SUN) tenor acuan tidak akan menurun. Penyebabnya, peran BI di pasar SBN hanya menstabilkan dan menjaga likuiditas saja. 

“Bahaya jika likuiditas tidak dijaga, pasar obliagsi bisa lebih dalam terkoreksinya di tengah tekanan eksternal saat ini,” kata Ramdhan. 

Peran BI di pasar SBN juga diperlukan untuk menjaga kepercayaan investor jika kondisi pasar keuangan sudah kembali normal. 

“Porsi kepemilikan BI di SBN sampai 25% pun tidak masalah, selama pemerintah mampu mengelola utang dengan baik dan tetap aman,” kata Ramdhan. 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di BERITAMUSI Store.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *