ILUSTRASI. Gedung kantor bank pembangunan daerah daerah istimewa yogyakarta atau Bank BPD DIY

Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Herlina Kartika Dewi

BERITAMUSI.COM – JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menetapkan peringkat idA dengan prospek stabil untuk PT Bank Pembangunan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (BPD DIY). Obligor dengan peringkat idA memiliki kemampuan yang kuat dibandingkan obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya. 

“Walaupun demikian, kemampuan obligor mungkin akan mudah terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi dibandingkan obligor dengan peringkat lebih tinggi. Peringkat tersebut mencerminkan dukungan yang kuat terhadap BPD DIY dari pemegang saham, pasar captive di daerah tersebut, dan permodalan yang sangat kuat,” tulis Pefindo dalam pernyataan resmi.

Kendati demikian, Pefindo menyebut peringkat tersebut dibatasi oleh profitabilitas yang moderat dan semakin ketatnya persaingan pada segmen kredit produktif. 

Peringkat dapat dinaikkan apabila BPD DIY mampu secara signifikan memperkuat posisi bisnisnya dan melakukan perbaikan signifikan dan berkelanjutan pada profil kualitas aset dan profitabilitasnya. 

Baca Juga: Prospek positif, PPA kantongi peringkat idA dari Pefindo

Namun, peringkat dapat diturunkan jika profitabilitasnya terus mengalami pemburukan, atau posisi bisnis melemah secara substansial. 
Pefindo menilai penyebaran Covid-19 dapat meningkatkan profil risiko industri perbankan secara keseluruhan, dengan menyebabkan penurunan kegiatan usaha yang signifikan di semua sektor industri yang berujung kepada penurunan permintaan atas kredit dan jasa perbankan lainnya. 

“Selain itu, penurunan kegiatan usaha juga dapat memperlemah kemampuan debitur dalam melakukan pembayaran kewajiban dan menyebabkan pemburukan kualitas aset bank yang selanjutnya akan memberikan tekanan terhadap indikator profitabilitas dan likuiditas bank. Kami menilai dampak dari pandemi Covid-19 terhadap profil kredit BPD DIY dapat terkelola, didukung oleh produk inti pinjaman konsumen pegawai negeri sipil (PNS) yang mendominasi 56.5% dari portofolio kredit Bank per 31 September 2020,” tambah Pefindo.

Pefindo mencermati dampak yang sangat terbatas dari pandemi terhadap kualitas aset dari pinjaman PNS, karena pinjaman ini memiliki risiko rendah dari skema pemotongan gaji secara langsung. Segmen ini akan mendukung pendapatan Bank dan menghasilkan arus kas di tengah pandemi.

Juga dapat menjadi bantalan terhadap potensi penurunan kualitas aset pada segmen kredit produktif, khususnya industri yang sangat terdampak oleh Covid-19 seperti konstruksi, perdagangan, industri pengolahan, transportasi, dan pertambangan. Pefindo akan terus memantau dengan seksama dampak pandemi Covid-19 terhadap kinerja Bank dan keseluruhan profil kreditnya. 

Asal tahu saja, BPD DIY didirikan pada bulan Desember 1961 sebagai bank pembangunan daerah (BPD) dengan fokus pada provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Per 31 Desember 2020, BPD DIY dimiliki 51,0% oleh Pemerintah Provinsi DIY, sedangkan 49,0% sisanya dimiliki oleh beberapa pemerintah kota dan kabupaten di DIY. 

Kegiatan usaha BPD didukung oleh 1.110 karyawan dan jaringan yang terdiri dari 6 kantor cabang, 45 kantor cabang pembantu, dan 152 kantor kas dan titik pembayaran.

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di BERITAMUSI Store.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *