ILUSTRASI. Sejumlah emiten perhotelan mengaku larangan mudik Lebaran tidak terlalu berdampak besar ke bisnis mereka.

Reporter: Kenia Intan | Editor: Khomarul Hidayat

BERITAMUSI.COM – JAKARTA. Pemerintah pusat melarang mudik Lebaran tahun 2021. Keputusan ini ditetapkan pada Jumat (26/3), setelah jajaran menteri melakukan rapat terkait mudik Lebaran 2021. Bagaimana efek larangan mudik ini ke emiten perhotelan?

Larangan yang berlaku pada 6-17 Mei 2021 itu diterapkan mengingat tingginya angka penularan dan kematian akibat Covid-19 setelah beberapa kali libur panjang, khususnya setelah libur Natal dan Tahun Baru.

Sekretaris Perusahaan PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) Soviadi Nor Rachman terkejut dengan keputusan pemerintah mengenai larangan mudik tahun ini. Sebab sebelumnya, sempat diberitakan bahwa pemerintah mengizinkan mudik Lebaran 2021.

“Namun kami paham, bahwa larangan mudik tahun ini juga dalam rangka mengendalikan penyebaran Covid-19,” ujar Soviadi  kepada BERITAMUSI.COM beberapa waktu lalu. Ia menambahkan, kebijakan ini tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja DFAM. Diprediksi, kinerja DFAM selama momentum Lebaran 2021 tidak akan jauh berbeda dengan tahun lalu.

Baca Juga: Ditunggu masyarakat, ini informasi lengkap soal larangan mudik 2021

Memertimbangkan kondisi ini, DFAM tetap mempertahankan target tahun 2021.  ” Target okupansi pada tahun ini kami buat landai dengan mengacu pada okupansi tahun yang lalu, sehingga dengan adanya larangan mudik Lebaran tidak berpengaruh pada bujet kami,” imbuh Soviadi.

Asal tahu saja, sepanjang tahun ini, DFAM membidik pendapatan naik 62% secara tahunan atau year on year (yoy). Mengutip catatan BERITAMUSI.COM sebelumnya, tahun ini DFAM membidik okupansi  meningkat menjadi 60% hingga 70%.

Untuk mengerek pendapatannya, DFAM akan fokus pada segmen meetings, incentives, conferencing, dan exhibitions (MICE) dengan membuat package MICE dan Food and Beverages. Di sisi lain, DFAM masih menerapkan strategi perusahaan selama pandem Covid-19, yakni mengelola cost.

Tidak jauh berbeda, manajemen PT Eastparc Hotel Tbk (EAST) mengungkapkan, larangan mudik dari pemerintah tidak berdampak besar. Bagi EAST, peningkatan hunian hotel terjadi satu hari pasca lebaran hingga 14 hari setelahnya.

Direktur Pemasaran PT Eastparc Hotel Tbk Wahyudi Eko Sutoro mengungkapkan, periode Lebaran tahun 2021 juga diproyeksi lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. “Hal ini dikarenakan pada periode Lebaran 2020 EAST tidak beroperasi menerima tamu,” jelas Yudi kepada BERITAMUSI.COM.

Mempertimbangkan hal tersebut, pihaknya memutuskan untuk mempertahankan target kinerja sepanjang tahun 2021. Asal tahu saja, EAST menargetkan akan mengantongi pendapatan hingga Rp 48 miliar dan pofit sebelum pajak hingga Rp 12 miliar tahun ini. Pihaknya juga berkomitmen akan membagikan dividen interim sebesar Rp 1 per saham, serta final dividen sebesar Rp 1,5 per saham.

Target ini diyakini akan tercapai, mengingat kinerja di kuartal I 2021 menunjukkan peningkatan. Selain itu, manajemen EAST akan fokus pada segmen staycation dan MICE tahun ini. Sempat dijelaskan kepada BERITAMUSI sebelumnya, dalam keadaan normal, bisnis MICE dapat berkontribusi antara 60% hingga 65% terhadap total pendapatan. Kontribusinya cukup besar karena selain pendapatan dari kamar, MICE juga berkontribsi dari sisi food dan beverages.

Adapun bisnis MICE memiliki peluang yang baik mengingat pemerintah memiliki wacana untuk membuka kembali pagelaran musik, olahraga dan MICE, serta acara budaya.

Selain itu, EAST masih akan menerapkan strategi berupa pengurangan beban utang dan melakukan efisisiensi biaya.

Senada, PT Red Planet Indoneia Tbk (PSKT) mengungkapkan keputusan pemerintah memang akan memberatkan kinerja perusahaan, tetapi tidak sedalam tahun lalu. Kendati berpotensi menyeret kinerja, pihaknya tetap mendukung langkah yang diambil pemerintah.

Asal tahu saja, rata-rata tingkat hunian atau okupansi PSKT mencapai 80% saat mudik lebaran tahun lalu. Untuk tahun ini, diprediksi rata-rata okupansi PSKT bisa mencapai 90%. Dalam kondisi tidak pandemi, okupansi PSKT bisa mencapai 100% saat libur Lebaran.

“Dampaknya tidak sebesar yang lain karena kami kan lebih ke budget hotel. Mustinya dampak tidak terlalu besar,” ungkap Direktur Utama PT Red Planet Indonesia Tbk (PSKT) NG Suwito kepada BERITAMUSI.COM, Senin (29/3).

PSKT masih akan mendulang pendapatan dari masyarakat yang melakukan mudik dalam jarak dekat maupun pemudik yang yang menggunakan kendaraan pribadi. Ini berkaca dari tahun lalu, PSKT masih dikunjungi oleh pemudik yang menggunakan mobil.

Oleh karenanya, PSKT masih mempertahankan target top line perusahaan tahun ini, yakni bertumbuh 30% dibanding tahun 2020.  Suwito optimistis target ini akan tercapai mengingat semakin banyak masyarakat yang telah divaksin. Di samping itu, okupansi di awal tahun 2021 terlihat lebih baik dibanding tahun lalu, yakni lebih tinggi sekitar 7% dari rata-rata okupansi tahun 2020.

 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di BERITAMUSI Store.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *